Pesantren
Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akredistasI dari
Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Hal ini diungkapkan oleh
Ali Ibrahim Siregar Kepala Sekolah MTs Darul Mursyid 30 Juni 2013 di kantornya.
Selanjutnya Ibrahim mengatakan bahwa penilaiian langsung yang sudah dilakukan beberapa
waktu lalu oleh tim BAN-SM adalah penilaian yang objektif. ”Kita sangat terbuka
dengan tim penilai (asesor) yang sangat jeli memeriksa segala dokumen yang
diperlukan, sehingga tidak ada satu item pun yang terlupakan” tambah Kepala
Sekolah MTs Darul Mursyid tersebut.
“Penilaian untuk
lima tahun kedepan ini adalah wujud kesiapan kita selama ini dan tentunya tugas
kita mempertahankannya”, papar Ibrahim penuh optimis. “Sebenarnya mendapat nilai
A dari BAN-SM bukanlah suatu keterkejutan buat Darul Mursyid sebab selama ini juga
sudah mendapat nilai A, hanya saja nilai A yang terkandung kali ini cukup tinggi
yakni 96 sehingga mengalahkan sekolah lainnya”, tegasnya.“ Dengan mendapat nilai
tertinggi Akreditasi dari BAN-SM, maka Darul Mursyid sudah pada jalur yang
benar dalam dunia pendidikan dan kita terus mengelola Darul Mursyid secara baik
dan professional”, pungkas Kepala Sekolah Darul Mursyid yakin.
Dalam kesempatn
yang sama Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbuddin
Ritonga mengungkapkan bahwa Darul Mursyid memang layak mendapat nilai tertinggi
diantara sekolah lain sebab pada dasarnya Darul Mursyid tidak pernah berhenti berkembang.
“Dengan label pesantren sains terbaik, maka kita terus meningkatkan mutu pendidikan”,
terang Jafar. “Untuk menunjang mutu pendidikan tentu segala sarana pendukung juga
kita siapkan secara maksimal, seperti laboratorium yang lengkap dan termodern, TV
LCD sebagai media pembelajaran di kelas, laboratorium komputer yang menggunakan
computer layar LCD jumlah yang banyak, tenaga pengajar yang wajib menggunakan
laptop dan lain-lain.” ujarnya.
“Selain sarana pendidikan kita juga terus membangun sarana bermain
seperti lapangan basket, lapangan futsal, lapangan bulutangkis dan lain
sebagainya”, rinci mahasiswa S3 program DBA Universitas Sains Malaysia (USM) di
Pulau Pinang Malaysia. “Semua itu harus kita bangun dan seimbang sebab tanpa adanya
sarana bermain tentu anak-anak akan cepat jenuh dan ini adalah konsekuen sekolah
bertipe boarding” jabarnya. “Dan pada akhirnya kita sadar bahwa semua pembangunan
itu tentu mengeluarkan dana yang cukup besar tetapi untuk prestasi dan pelayanan
purna maka kami dari pihak pengelola harus melakukannya”, pungkas pengusaha muda
dan dosen S2 MM bidang sumber daya manusia SDM mantaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini