Senin, 01 Juli 2013

Darul Mursyid Nilai Tertinggi se-Sumatera Utara dari BAN-SM

Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akredistasI dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Hal ini diungkapkan oleh Ali Ibrahim Siregar Kepala Sekolah MTs Darul Mursyid 30 Juni 2013 di kantornya. Selanjutnya Ibrahim mengatakan bahwa penilaiian langsung yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu oleh tim BAN-SM adalah penilaian yang objektif. ”Kita sangat terbuka dengan tim penilai (asesor) yang sangat jeli memeriksa segala dokumen yang diperlukan, sehingga tidak ada satu item pun yang terlupakan” tambah Kepala Sekolah MTs Darul Mursyid tersebut.
“Penilaian untuk lima tahun kedepan ini adalah wujud kesiapan kita selama ini dan tentunya tugas kita mempertahankannya”, papar Ibrahim penuh optimis. “Sebenarnya mendapat nilai A dari BAN-SM bukanlah suatu keterkejutan buat Darul Mursyid sebab selama ini juga sudah mendapat nilai A, hanya saja nilai A yang terkandung kali ini cukup tinggi yakni 96 sehingga mengalahkan sekolah lainnya”, tegasnya.“ Dengan mendapat nilai tertinggi Akreditasi dari BAN-SM, maka Darul Mursyid sudah pada jalur yang benar dalam dunia pendidikan dan kita terus mengelola Darul Mursyid secara baik dan professional”, pungkas Kepala Sekolah Darul Mursyid yakin.
Dalam kesempatn yang sama Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbuddin Ritonga mengungkapkan bahwa Darul Mursyid memang layak mendapat nilai tertinggi diantara sekolah lain sebab pada dasarnya Darul Mursyid tidak pernah berhenti berkembang. “Dengan label pesantren sains terbaik, maka kita terus meningkatkan mutu pendidikan”, terang Jafar. “Untuk menunjang mutu pendidikan tentu segala sarana pendukung juga kita siapkan secara maksimal, seperti laboratorium yang lengkap dan termodern, TV LCD sebagai media pembelajaran di kelas, laboratorium komputer yang menggunakan computer layar LCD jumlah yang banyak, tenaga pengajar yang wajib menggunakan laptop dan lain-lain.” ujarnya.
“Selain sarana pendidikan kita juga terus membangun sarana bermain seperti lapangan basket, lapangan futsal, lapangan bulutangkis dan lain sebagainya”, rinci mahasiswa S3 program DBA Universitas Sains Malaysia (USM) di Pulau Pinang Malaysia. “Semua itu harus kita bangun dan seimbang sebab tanpa adanya sarana bermain tentu anak-anak akan cepat jenuh dan ini adalah konsekuen sekolah bertipe boarding” jabarnya. “Dan pada akhirnya kita sadar bahwa semua pembangunan itu tentu mengeluarkan dana yang cukup besar tetapi untuk prestasi dan pelayanan purna maka kami dari pihak pengelola harus melakukannya”, pungkas pengusaha muda dan dosen S2 MM bidang sumber daya manusia SDM mantaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini