Kasat Narkoba polres
Tapanuli Selatan mengadakan dialog interaktif di Pesantren Modern Unggulan Terpadu
Darul Mursyid pada 31 Juli 2013 lalu. Hal ini diutarakan oleh Ahmad Suhaili Pulungan.
”Dialog interaktif diadakan untuk mengisi kekosongan saat liburan”, tambah
Kepala Divisi pendidikan formal Darul Mursyid. “Selama liburan, setiap hari akan
ada topik-topik yang berbeda dari berbagai bidang dan hal ini akan menambah wawasan
bagi guru-guru dan karyawan Darul Mursyid”, harap Suhaili. Beliau juga menambahkan
bahwa penambahan wawasan setiap liburan dengan cara mendatangkan berbagai pakar
adalah sudah menjadi agenda tetap setiap semester.
Dalam dialog
interaktif tersebut Kasat Narkoba polres Tapanuli Selatan Rudi Candra, S.H, M.M
memaparkan bahwa semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab
masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan. ”Kalau kita ingin menyelamatkan
generasi-generasi bangsa ini mari kita sama-sama memberantas narkoba dan masalah
narkoba adalah masalah yang sangat berat yang telah dan akan menimpa anak bangsa
negeri ini”, tekan Kasat Narkoba yang pernah tugas di Kapolsek Kisaran tersebut.
”Tanpa kita sadari bahwa peredaran narkoba mungkin sudah terjadi di sekitar kita
dan korbannya adalah semua lini seperti anak-anak, remaja, orangtua, wanita, apalagi
laki-laki”. info Kasat Narkoba yang masih tergolong belia dan energy kini.
Candra juga menjelaskan
berbagai ciri-ciri orang yang telah mengkonsum sinarkoba. ”Kita tidak boleh sepele
dengan orang yang telah mengkonsum sinarkoba, bila kita melihat atau memang ada
keluarga yang terkena, maka diharapkan masyarakat mau melapor sehingga bias kita
obati atau paling tidak peredarannya dapat diperkecil”, papar Kasatnarkoba yang
masih kuliah S3 di USU tersebut. “Peredaran narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan,
dampaknya adalah akan menghancurkan sendi kehidupan bangsa yang kita cintai ini,
bahkan Negara akan hancur seperti yang terjadi ketika bangsa Mongol diluluhlantakkan
oleh candu yang sengaja diberi oleh Barat”, ujar Kasat Narkoba serius.
“Saya juga telah
mengusulkan kepada pemerintah agar masalah narkoba dan penyalahgunaan zat adiktif
dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan, sebab ini sangat penting”, ungkap polisi
yang terkesan vokal tersebut. ”Kita tidak boleh berputus asa untuk menangani penyakit
social akibat narkoba ini, kita juga harus tetap punya rasa optimis membrantas hingga
ke akar-akarnya”, sambungnya tegas. “Bahkan saya bersedia ditelpon selama 24
jam apabila ada masyarakat yang ingin meminta pertolongan tentang kasus narkoba
ini”, pungkasnya sambil memberi nomor hp ke semua hadirin.
Dalam kesempatan
tersebut Kasat Narkoba Tapanuli Selatan juga didampingi oleh Badan Narkoba Nasioanl
(BNN). Dari BNN diwakili oleh Amir Khatib, beliau mengungkapkan bahwa polisi dan
BNN serta masyarakat harus bersinergi memberantas narkoba. ”Narkoba dan miras serta
penyalahgunaan zat aditif adalah wabah nasional yang harus kita berantas”, ungkapnya.
“Narkoba juga bukan barang baru di Indonesia tetapi sudah mengakar dan kita harus
punya komitmen memberantasnya bersama”, ungkap Amir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini