Jumat, 02 Agustus 2013

Kasat Narkoba Polres Tapsel adakan Dialog Interaktif di Darul Mursyid

Kasat Narkoba polres Tapanuli Selatan mengadakan dialog interaktif di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid pada 31 Juli 2013 lalu. Hal ini diutarakan oleh Ahmad Suhaili Pulungan. ”Dialog interaktif diadakan untuk mengisi kekosongan saat liburan”, tambah Kepala Divisi pendidikan formal Darul Mursyid. “Selama liburan, setiap hari akan ada topik-topik yang berbeda dari berbagai bidang dan hal ini akan menambah wawasan bagi guru-guru dan karyawan Darul Mursyid”, harap Suhaili. Beliau juga menambahkan bahwa penambahan wawasan setiap liburan dengan cara mendatangkan berbagai pakar adalah sudah menjadi agenda tetap setiap semester.
Dalam dialog interaktif tersebut Kasat Narkoba polres Tapanuli Selatan Rudi Candra, S.H, M.M memaparkan bahwa semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan. ”Kalau kita ingin menyelamatkan generasi-generasi bangsa ini mari kita sama-sama memberantas narkoba dan masalah narkoba adalah masalah yang sangat berat yang telah dan akan menimpa anak bangsa negeri ini”, tekan Kasat Narkoba yang pernah tugas di Kapolsek Kisaran tersebut. ”Tanpa kita sadari bahwa peredaran narkoba mungkin sudah terjadi di sekitar kita dan korbannya adalah semua lini seperti anak-anak, remaja, orangtua, wanita, apalagi laki-laki”. info Kasat Narkoba yang masih tergolong belia dan energy kini.
Candra juga menjelaskan berbagai ciri-ciri orang yang telah mengkonsum sinarkoba. ”Kita tidak boleh sepele dengan orang yang telah mengkonsum sinarkoba, bila kita melihat atau memang ada keluarga yang terkena, maka diharapkan masyarakat mau melapor sehingga bias kita obati atau paling tidak peredarannya dapat diperkecil”, papar Kasatnarkoba yang masih kuliah S3 di USU tersebut. “Peredaran narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan, dampaknya adalah akan menghancurkan sendi kehidupan bangsa yang kita cintai ini, bahkan Negara akan hancur seperti yang terjadi ketika bangsa Mongol diluluhlantakkan oleh candu yang sengaja diberi oleh Barat”, ujar Kasat Narkoba serius.
“Saya juga telah mengusulkan kepada pemerintah agar masalah narkoba dan penyalahgunaan zat adiktif dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan, sebab ini sangat penting”, ungkap polisi yang terkesan vokal tersebut. ”Kita tidak boleh berputus asa untuk menangani penyakit social akibat narkoba ini, kita juga harus tetap punya rasa optimis membrantas hingga ke akar-akarnya”, sambungnya tegas. “Bahkan saya bersedia ditelpon selama 24 jam apabila ada masyarakat yang ingin meminta pertolongan tentang kasus narkoba ini”, pungkasnya sambil memberi nomor hp ke semua hadirin.
Dalam kesempatan tersebut Kasat Narkoba Tapanuli Selatan juga didampingi oleh Badan Narkoba Nasioanl (BNN). Dari BNN diwakili oleh Amir Khatib, beliau mengungkapkan bahwa polisi dan BNN serta masyarakat harus bersinergi memberantas narkoba. ”Narkoba dan miras serta penyalahgunaan zat aditif adalah wabah nasional yang harus kita berantas”, ungkapnya. “Narkoba juga bukan barang baru di Indonesia tetapi sudah mengakar dan kita harus punya komitmen memberantasnya bersama”, ungkap Amir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini