Minggu, 29 September 2013

Listrik Sering Padam Tingkatkan Pengeluaran Dana Operasional Darul Mursyid

Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) yang terletak di desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan merasa sangat kurang nyaman dengan seringnya mati arus listrik akhir-akhir ini. Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Syarifuddin Nasution Wakil Direktur Darul Mursyid di kantornya 26 September 2013. Menurutnya akibat sering mati arus listrik, maka pengalihan ke cadangan listrik (genset) yang berkapasitas besar yang dimiliki Darul Mursyid terus terjadi agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut tidak terkendala. “Guru-guru kita dilengkapi oleh sarana elektrik saat mengajar yakni menggunakan laptop dan LCD besar sebagai media pembelajaran, jadi semua alat tersebut harus terus aktif”, paparnya.
Darul Mursyid adalah salah satu lembaga pendidikan yang memiliki kelengkapan alat-alat elektronik untuk mendukung kegiatan belajar mengajarnya. Berdasarkan data dari pesantren tersebut bahwa setiap departemen di lembaga tersebut memiliki alat elektronik seperti lembaga pendidikan komputer Darul Mursyid memiliki 100 unit komputer LCD. Warnet Darul Mursyid memiliki 10komputer. Setiap kelas MA Darul Mursyid memiliki televisi LCD 40 inci berjumlah 9 unit televisi. Seluruh perkantoran Darul Mursyid memiliki 58 unit laptop dan 24 unit printer serta  1 unit mesin photo copy. Guru-guru Darul Mursyid memiliki 38 unit laptop. Data tersebut belum termasuk yang ada di rumah-rumah guru dan karyawan yang dipastikan setiap rumah di komplek Darul Mursyid memiliki satu unit televisi. “Semua alat-alat elektronik yang kami miliki tidak berfungsi bila tidak dihidupkan dengan genset”, pungkasnya.
Sementara itu Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) pengelola Darul Mursyid Jafar Syahbuddin Ritonga mengatakan bahwa Darul Mursyid dilengkapi oleh genset yang berkekuatan kapasitas tinggi untuk memasok listrik di komplek Darul Mursyid. ”Kita harus menghidupkan semua alat-alat elektrik di sekolah dengan mesin genset saat mati lampu agar tidak terganggu jalannya KBM”, kata Jafar yang juga dosen S2 MM bidang Sumber Daya Manusia (SDM). ”Selain di sekolah kita juga harus menghidupkan listrik di semua fasilitas umum Darul Mursyid seperti asrama, masjid, aula, kantin, jalan raya dan lain-lain agar semua aktifitas tidak terganggu”, papar pengusaha muda tersebut. ”Namun dengan sering dan lamanya mati arus listrik PLN, maka konsekuensinya adalah semakin membengkaknya biaya operasional yang dikeluarkan Darul Mursyid karena menghidupkan genset”, urai pemilik Darul Mursyid tersebut. ”Minyak yang digunakan untuk menghidupkan genset terlalu besar apalagi harga minyak mengalami kenaikan, maka jelaslah mengakibatkan pembengkakan biaya gara-gara matinya arus listrik PLN tersebut”, jabar mahasiswa S3 program DBA Universitas Sains Malaysia (USM) di Pulau Pinang Malaysia tersebut. “Kita sangat berharap agar masalah PLN ini secepatnya diselesaikan oleh pemerintah agar dampak yang timbul tadi segera berakhir, sungguh sangat disayangkan negeri yang sudah merdeka begitu lama kok masalah listrik aja tidak bias cepat dituntaskan”, pungkas Jafar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini