Pesantren
Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengadakan pentas seni santri
(pensi) setiap dua minggu sekali, Jumat malam Sabtu. “Pentas seni ini adalah salah
satu program yang dinanti-nanti oleh semua siswa”, kata Yusri Lubis Kepala Divisi
Pendidikan Non Formal Darul Mursyid di kantornya 2 Oktober 2013. “Kita
mempunyai program-program yang membuat anak-anak untuk betah tinggal di
asrama”, Sambung Yusri. “Adapun materi pensi yang ditampilkan oleh para siswa adalah
semua bentuk seni seperti solo song, tari modern dan tradisional, drama, baca puisi,
pantomime dan lain sebagainya”, papar Yusri Kepala Divisi yang membidangi spiritual
dan ekstrakurikuler.
Pada waktu
yang sama Dedy Prawira Kepala bagian Ekstrakurikuler Darul Mursyid mengungkapkan
bahwa Darul Mursyid terus mencari dan membuat program-program yang menarik agar
semua siswa merasa fresh. ”Kita sudah banyak program yang membuat anak-anak gembira
namun kita akan terus menciptakan program lain yang lebih menarik”, ungkap Dedy.
“Menciptakan program siswa senang adalah hal yang harus dilakukan agar mereka merasa
seperti di rumah sendiri, maklumlah mereka hidup dan berinteraksi di asrama
yang semuanya punya waktu dan ketentuan”, papar Dedy. “Jadi pensi yang kita dukung
dengan alat-alat music serta alat lainnya merupakan hal yang dinanti oleh setiap
siswa”, ujarnya.
“Kita harus memandang
sisi lain dari kehidupan berasrama, kita tidak boleh mematikan kreatifitas anak-anak
dengan menjejalkan sains saja, sebab unsure hiburan adalah unsur yang juga sangat
dibutuhkan oleh manusia”, jabar Dedy yang selalu mendampingi siswa-siswi saat pagelaran.
“Diharapkan setiap melaksanakan dan menonton pensi, maka semua siswa akan segar
dan mudah menerima pelajaran dikemudian hari”, terangnya. “Biarkan semua siswa mencurahkan segala kreasinya, baik
tari, nyani, drama, pantomime dan lain-lain pada malam pensi tersebut sebab malam
pensi adalah malam gembira”, ulas Dedy. “Tetapi kita juga harus control materi
yang akan dipentaskan oleh para siswa jangan sampai kebablasan, kita adalah sekolah
yang menjunjung tinggi norma-norma agama maka semua bentuk seni yang akan dimainkan
haruslah sesuai dengan kaedah Islam”, tekannya.
“Kita akan bahagia
melihat anak yang begitu gembira ketika menyaksikan pertunjukkan di pensi Darul
Mursyid, itu berarti dia bias hidup di alam asrama”, terang
Ibrahim Kepala MTs Darul Mursyid. “Hal yang paling mengganggu adalah ketika sianak
tidak mau berinteraksi dan hanya menyediri sedih, nah ini pasti sianak sedang mengalami
problem, kita harus tahu masalahnya agar dia terlepas dari masalah tersebut”, urai
Ibrahim. “Jika masalahnya hanya rindu maka program-program ekstrakurikuler dapat
menyembuhkannya, kita arahkan ke program mana yang dia sukai termasuk memilih jenis
seni yang akan ditampilkannya pada pensi atau paling tidak menontonnya”, pungkas
Ali Ibrahim yang sedang melihat siswa-siswinya berlatih seni di sanggar seni Darul
Mursyid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini