Kamis, 03 Oktober 2013

Pentas Seni Santri di Darul Mursyid


Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengadakan pentas seni santri (pensi) setiap dua minggu sekali, Jumat malam Sabtu. “Pentas seni ini adalah salah satu program yang dinanti-nanti oleh semua siswa”, kata Yusri Lubis Kepala Divisi Pendidikan Non Formal Darul Mursyid di kantornya 2 Oktober 2013. “Kita mempunyai program-program yang membuat anak-anak untuk betah tinggal di asrama”, Sambung Yusri. “Adapun materi pensi yang ditampilkan oleh para siswa adalah semua bentuk seni seperti solo song, tari modern dan tradisional, drama, baca puisi, pantomime dan lain sebagainya”, papar Yusri Kepala Divisi yang membidangi spiritual dan ekstrakurikuler.
Pada waktu yang sama Dedy Prawira Kepala bagian Ekstrakurikuler Darul Mursyid mengungkapkan bahwa Darul Mursyid terus mencari dan membuat program-program yang menarik agar semua siswa merasa fresh. ”Kita sudah banyak program yang membuat anak-anak gembira namun kita akan terus menciptakan program lain yang lebih menarik”, ungkap Dedy. “Menciptakan program siswa senang adalah hal yang harus dilakukan agar mereka merasa seperti di rumah sendiri, maklumlah mereka hidup dan berinteraksi di asrama yang semuanya punya waktu dan ketentuan”, papar Dedy. “Jadi pensi yang kita dukung dengan alat-alat music serta alat lainnya merupakan hal yang dinanti oleh setiap siswa”, ujarnya.
“Kita harus memandang sisi lain dari kehidupan berasrama, kita tidak boleh mematikan kreatifitas anak-anak dengan menjejalkan sains saja, sebab unsure hiburan adalah unsur yang juga sangat dibutuhkan oleh manusia”, jabar Dedy yang selalu mendampingi siswa-siswi saat pagelaran. “Diharapkan setiap melaksanakan dan menonton pensi, maka semua siswa akan segar dan mudah menerima pelajaran dikemudian hari”, terangnya. “Biarkan  semua siswa mencurahkan segala kreasinya, baik tari, nyani, drama, pantomime dan lain-lain pada malam pensi tersebut sebab malam pensi adalah malam gembira”, ulas Dedy. “Tetapi kita juga harus control materi yang akan dipentaskan oleh para siswa jangan sampai kebablasan, kita adalah sekolah yang menjunjung tinggi norma-norma agama maka semua bentuk seni yang akan dimainkan haruslah sesuai dengan kaedah Islam”, tekannya.
“Kita akan bahagia melihat anak yang begitu gembira ketika menyaksikan pertunjukkan di pensi Darul Mursyid, itu berarti dia bias hidup di alam asrama”, terang Ibrahim Kepala MTs Darul Mursyid. “Hal yang paling mengganggu adalah ketika sianak tidak mau berinteraksi dan hanya menyediri sedih, nah ini pasti sianak sedang mengalami problem, kita harus tahu masalahnya agar dia terlepas dari masalah tersebut”, urai Ibrahim. “Jika masalahnya hanya rindu maka program-program ekstrakurikuler dapat menyembuhkannya, kita arahkan ke program mana yang dia sukai termasuk memilih jenis seni yang akan ditampilkannya pada pensi atau paling tidak menontonnya”, pungkas Ali Ibrahim yang sedang melihat siswa-siswinya berlatih seni di sanggar seni Darul Mursyid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini