Mahir menggunakan
komputer adalah sesuatu yang wajib bagi siswa-siswi Pesantren Modern Unggulan Terpadu
Darul Mursyid (PDM). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Teknologi dan Informasi
(TI) Darul Mursyid Teddy Zulkifli di ruangan kantornya pada 4 Oktober 2013.
“Kami melihat bahwa perkembangan teknologi komputer semakin pesat, oleh sebab itu
Darul Mursyid sebagai lembaga pendidikan harus mampu memberi pengetahuan tersebut
kepada semua siswanya”, papar Teddy. “Bahkan ke depan semua bidang pasti akan menggunakan
system komputerisasi, jadi kita akan siapkan generasi cyber yang benar-benar mampu
menguasai teknologi komputer tersebut”, tekan Teddy.
Oleh sebab pentingnya
menguasai teknologi komputer tersebut,maka lembaga pendidikan komputer sejajar dengan
Kepala Sekolah dalam struktur organisasi Darul Mursyid yakni eselon dua. Berdasarkan
data yang ada di Darul Mursyid bahwa lembaga pendidikan komputer ini memiliki
100 unit komputer LCD. Lembaga komputer ini juga memiliki lima ruang belajar
yang kondusif dan tiap ruangan diisi dengan dua puluh unit komputer LCD. Tenaga
pendidik di lembaga pendidikan komputer ini adalah guru- guru yang professional
di bidang komputer. Dari pengelolaan dan tenaga pendidik yang professional ini
pulalah melahirkan kurikulum komputer di DarulMursyid yang sejajar dengan D3. ”Dapat
dipastikan bahwa semua siswa Darul Mursyid mampu menggunakan komputer dan pembelajaran
komputer di lembaga pendidikan komputer ini tidak lagi dipungut biaya tambahan apapun”,
tegasTeddy.
Menurut Teddy lagi
bahwa lembaga pendidikan komputer Darul Mursyid ini berada di bawah Lembaga Pendidikan
Luar Sekolah (LPLS) Dinas Pendidikan Nasional. “Sehingga bila
siswa-siswi Darul Mursyid tamat sekolah, maka mereka juga dapat ijazah dari lembaga
ini dan ijazahnya berlaku untuk kepentingan apapun bila diperlukan”, tekanTeddy.“
Kami yakin bahwa anak-anak kami tidak kalah dengan anak lain yang mengikuti les
komputer di luar bahkan kami bias mengatakan bahwa kami lebih unggul sebab telah
dibuktikan dengan beberapa kali menjuarai Olimpiade Komputer tingkat Kabupaten Tapanuli
Selatan”, jabarnya bangga. “Kami terus berinovasi dan mengikuti perkembangan, sehingga
anak-anak kami tidak ketinggalan dalam program terbaru di dunia komputer ini”,
pungkas Teddy.
Di tempat terpisah,
Jafar Syahbuddin Ritonga pemilik Darul Mursyid mengungkapkan bahwa komputer
harus benar-benar dikuasai oleh siswa-siswi Darul Mursyid. “Kita tidak mau kalau
ada anak Darul Mursyid yang masih buta komputer”, tegas Jafar yang juga dosen
S2 MM bidang Sumber Daya Manusia (SDM). ”Untuk membasmi buta komputer maka pihak
sekolah harus memperbanyak jumlah komputer agar semua siswa bias menggunakannya
dan tidak rebutan, plus tenaga pengajar yang professional”, imbuh pengusaha muda
tersebut. “Nah untuk pengadaan itu semua tentu konsekuensinya adalah penggunaan
dana yang besar dan kita tidak segan-segan untuk menggelontorkannya, sebab demi
kepintaran dan penguasaan teknologi dibidang komputer di Darul Mursyid kita tidak
boleh pelit”, tandas mahasiswa S3 program DBA Universitas Sains Malaysia di
Pulau Pinang Malaysia tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini