Sabtu, 05 Oktober 2013

Lembaga Pendidikan Komputer di Darul Mursyid

Mahir menggunakan komputer adalah sesuatu yang wajib bagi siswa-siswi Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Teknologi dan Informasi (TI) Darul Mursyid Teddy Zulkifli di ruangan kantornya pada 4 Oktober 2013. “Kami melihat bahwa perkembangan teknologi komputer semakin pesat, oleh sebab itu Darul Mursyid sebagai lembaga pendidikan harus mampu memberi pengetahuan tersebut kepada semua siswanya”, papar Teddy. “Bahkan ke depan semua bidang pasti akan menggunakan system komputerisasi, jadi kita akan siapkan generasi cyber yang benar-benar mampu menguasai teknologi komputer tersebut”, tekan Teddy.
Oleh sebab pentingnya menguasai teknologi komputer tersebut,maka lembaga pendidikan komputer sejajar dengan Kepala Sekolah dalam struktur organisasi Darul Mursyid yakni eselon dua. Berdasarkan data yang ada di Darul Mursyid bahwa lembaga pendidikan komputer ini memiliki 100 unit komputer LCD. Lembaga komputer ini juga memiliki lima ruang belajar yang kondusif dan tiap ruangan diisi dengan dua puluh unit komputer LCD. Tenaga pendidik di lembaga pendidikan komputer ini adalah guru- guru yang professional di bidang komputer. Dari pengelolaan dan tenaga pendidik yang professional ini pulalah melahirkan kurikulum komputer di DarulMursyid yang sejajar dengan D3. ”Dapat dipastikan bahwa semua siswa Darul Mursyid mampu menggunakan komputer dan pembelajaran komputer di lembaga pendidikan komputer ini tidak lagi dipungut biaya tambahan apapun”, tegasTeddy.
Menurut Teddy lagi bahwa lembaga pendidikan komputer Darul Mursyid ini berada di bawah Lembaga Pendidikan Luar Sekolah (LPLS) Dinas Pendidikan Nasional. “Sehingga bila siswa-siswi Darul Mursyid tamat sekolah, maka mereka juga dapat ijazah dari lembaga ini dan ijazahnya berlaku untuk kepentingan apapun bila diperlukan”, tekanTeddy.“ Kami yakin bahwa anak-anak kami tidak kalah dengan anak lain yang mengikuti les komputer di luar bahkan kami bias mengatakan bahwa kami lebih unggul sebab telah dibuktikan dengan beberapa kali menjuarai Olimpiade Komputer tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan”, jabarnya bangga. “Kami terus berinovasi dan mengikuti perkembangan, sehingga anak-anak kami tidak ketinggalan dalam program terbaru di dunia komputer ini”, pungkas Teddy.
Di tempat terpisah, Jafar Syahbuddin Ritonga pemilik Darul Mursyid mengungkapkan bahwa komputer harus benar-benar dikuasai oleh siswa-siswi Darul Mursyid. “Kita tidak mau kalau ada anak Darul Mursyid yang masih buta komputer”, tegas Jafar yang juga dosen S2 MM bidang Sumber Daya Manusia (SDM). ”Untuk membasmi buta komputer maka pihak sekolah harus memperbanyak jumlah komputer agar semua siswa bias menggunakannya dan tidak rebutan, plus tenaga pengajar yang professional”, imbuh pengusaha muda tersebut. “Nah untuk pengadaan itu semua tentu konsekuensinya adalah penggunaan dana yang besar dan kita tidak segan-segan untuk menggelontorkannya, sebab demi kepintaran dan penguasaan teknologi dibidang komputer di Darul Mursyid kita tidak boleh pelit”, tandas mahasiswa S3 program DBA Universitas Sains Malaysia di Pulau Pinang Malaysia tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ide, Kiritk, Pesan silahkan Anda tulis di sini